KENDAL – Suasana khidmat menyelimuti Desa Pakuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal pada Minggu (8/2). Rombongan besar dari Forum Persatuan Jam’iyyah Desa Leuwigede hadir untuk melakukan ziarah spiritual ke makam salah satu tokoh besar tanah Jawa, Pangeran Benowo.
Perjalanan Lintas Sejarah
Dipimpin oleh Abi Darsono, rombongan ini memulai rangkaian perjalanan suci (rihlah) dari makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, sebelum akhirnya tiba di Kendal. Kehadiran rombongan semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Desa Leuwigede, Ibu Evi Fatmawati, yang turut mendampingi warga dalam memperkuat tali silaturahmi dan spiritualitas.
Mengenal Sang Pangeran yang “Menepi”
Ziarah ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya menyambung sanad sejarah. Pangeran Benowo bukanlah sosok sembarangan:
Garis Keturunan Luhur: Beliau adalah putra dari Sultan Adiwijaya (Jaka Tingkir), pendiri Kesultanan Pajang.
Darah Raja Demak: Ibunya, Ratu Mas Cempaka, merupakan putri dari Sultan Trenggana, penguasa masa kejayaan Kerajaan Demak.
Pewaris Takhta: Sebagai putra mahkota Kesultanan Pajang (wilayah Solo dan Sukoharjo saat ini), Pangeran Benowo dikenal karena memilih jalur spiritualitas dibandingkan hiruk-pikuk kekuasaan politik di masa lalu.
“Ziarah ini adalah bentuk penghormatan kami kepada leluhur yang telah meletakkan fondasi keislaman di tanah Jawa. Kami ingin warga tidak hanya berdoa, tapi juga meneladani kerendahan hati Pangeran Benowo,” ujar perwakilan rombongan.
Simbol Persatuan Desa
Kegiatan yang berlangsung di hari Minggu ini menunjukkan kekompakan warga Desa Leuwigede. Kehadiran Ibu Evi Fatmawati selaku pimpinan desa menegaskan bahwa nilai-nilai religi tetap menjadi pilar utama dalam membangun keharmonisan masyarakat desa di tengah zaman yang modern.