KENDAL – Suasana khidmat menyelimuti kompleks pemakaman religi Bukit Jabalkat, Kaliwungu, pada Minggu (8/2/2026). Rombongan forum persatuan Jamiyyah Luewigede melakukan rihlah religi dengan berziarah ke makam tokoh besar penyebar Islam sekaligus pendiri wilayah Kaliwungu, Sunan Katong.
Tiba di lokasi tepat pukul 10:00 WIB, rombongan yang dipimpin langsung oleh Abi Darsono ini disambut udara sejuk perbukitan Kendal. Ziarah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya memetik hikmah dari sosok yang dikenal sebagai “Bapak Peradaban” di tanah Kaliwungu.
Meneladani Sang Pembabat Alas
Sunan Katong bukan hanya figur ulama, melainkan arsitek sosial bagi masyarakat setempat. Berdasarkan catatan sejarah dan tutur lisan, beliau adalah sosok yang membabat tanah Kaliwungu dan sosok di balik pemberian nama “Kaliwungu” yang legendaris.
Lebih dari itu, beliau merupakan pencetus budaya pesantren yang kini menjadi identitas kuat Kaliwungu sebagai Kota Santri. Dedikasinya dalam mengajarkan syariat Islam kepada warga di masa hidupnya telah meletakkan fondasi pendidikan moral yang kokoh hingga saat ini.
Pesan Abi Darsono: “Jangan Hanya Datang, Tapi Pulang Membawa Perubahan”
Di sela-sela kegiatan doa bersama, Abi Darsono memberikan pesan mendalam kepada seluruh jamaah Jamiyyah Luewigede.
Beliau menekankan bahwa ziarah adalah sarana tadzkirah (pengingat).
“Kita hadir di sini bukan hanya untuk mendoakan beliau, tapi untuk meneladani semangat juangnya. Sunan Katong membangun Kaliwungu dengan ilmu dan akhlak. Saya harap sepulangnya dari sini, jamaah Jamiyyah Luewigede makin mempererat persatuan dan terus menghidupkan syiar Islam di lingkungan kita sendiri,” ujar Abi Darsono.
Kegiatan ziarah ini diakhiri dengan ramah tamah antaranggota jamiyyah, memperkuat tali silaturahmi yang menjadi napas utama forum persatuan ini.
